Cinta Semusim: Versi Manusia Bodoh
Satu bulan ini hidupku kacau. Bumi seperti bukan berputar pada porosnya lagi. Hitam Putih saling tindih dengan naifnya, membuat metabolisme tubuhku tak terkendali lagi. Ini bukan hiperbolis atau dramatisasi...u can see it in my eyes. Begitu muram dan hampa. Ke mana bias asa itu? Ke mana senyum (yang kata orang) semanis chocolate ice cream itu?
Semua diawali dari SMS itu:
"Aku gagal pulang ke Indonesia, Honey.."
BRUGH!!...Jatuh..! Jalanku seperti diputar dari atas tebing yg curam sehingga aku kehilangan pegangan.
Tidak...bukan..sebenarnya muara rasa sakit itu bukan karena kenyataan bahwa dia tidak akan pulang tahun ini, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi....tapi lebih pada kesadaranku bahwa (mungkin) semua itu terkondisikan di atas kesadaran yg tumbuh di hatinya bahwa (sepertinya) memilihku adalah suatu kesalahan, dan harus dihentikan!
"Semua harapanku tuk hidup bersamamu tak kan pernah hilang dari hatiku, tapi aku takut...aku takut akan lebih menyakitimu karena keadaan yg tak pasti ini..."
BENARKAH?
Berpuluh malam aku terbangun dengan rasa sesak itu...hanya tuk menatap bayangan diriku dlam cermin buram dan mengajukan pertanyaan2 yg sudah tak asing lagi itu: "Kau pikir siapa kamu? Siapa dia?" "Kenapa begitu yakin pada sebuah hati yg asing?" "Dia laki-laki, kan? Lelaki seperti apa dia?" "Tahukah kau apa yg dipikirkannya tentangmu?"...."Mengapa tidak menjabarkan alasan yg lebih 'masuk akal' seperti: Honey...it's time for me to tell the truth. I've been bored of you and this relationship. My words mean nothing and our love is just a fucking dream. So let me go, okey?"
"Cinta itu indah Honey..sungguh..aku tak mengira aku bisa merasakan keindahan itu lagi bersamamu...seperti menemukan kembali cintaku yg telah hilang di waktu lalu..."
Cinta itu indah...dan bila cinta itu menyakitkan, maka itu bukan cinta lagi....
Jadi ini apa?? Apa???!! Sebenarnya apa yg telah kau lakukan padaku? Apa yg sedang kau perbuat di hidupku? Apa yg kau niatkan untukku??Apa?....
Suatu malam..ketika aku terbangun dengan rasa sakit yg sama..semuanya terlihat jelas..sangat jelas!
"Sadarkah kau Honey...posisimu di sana lemah. Tolong jangan biarkan "mereka" mengenali jejak hidupmu, karena separuh dari mereka cuma sampah yg hanya akan memanfaatkn kelemahanmu itu.."
Aku sadar..selama ini aku gagal menjawab pertanyaan2 itu karena aku selalu berpikir bahwa dia tidak sama dengan laki2 di luar sana. Aku pikir dia beda, sangat beda. Sehingga semua jawaban2 klise itu tak ada satupun yg cocok untuknya. Tapi sebenarnya...tentu saja jawaban itu sangat simple..too simple, isn't it?
(Sejujurnya...aku mengetik paragraf ini dengan perang batin. Yah..kau tahu, separuh jiwaku tak pernah bisa menerima tuduhan bahwa kau salah satu dr "mereka")
"Kita tidak hidup dengan masa lalu, maka tutup lembaran itu dan tersenyumlah! Aku kagum dan bangga dengan ketegaran dan ketabahanmu, honey..Aku telah mengunci rumahku yg lama, membuang kuncinya, dan sekarang aku tinggal di rumah cintamu. Hanya kita berdua...kau dan aku..."
Aku dulu pernah bilang padanya, ada banyak HAL yg membuat laki2 jatuh cinta padaku, tapi ada banyak ALASAN yg membuat mereka tidak memilihku. Dulu dia hanya melihat hal2 itu dan mengabaikan alasan2 itu karena merasa dia cukup berjiwa besar tuk menerimanya. Well..tapi dia adalah laki2, bukan? Lelaki yg tak jauh beda dengan mereka di luar sana...Tentu saja. Sekarang dia melihat alasan2 itu menjadi sesuatu yg lebih realistis. Dan aku, yg yg telah bersusah payah mempercayainya, akhirnya hanya menjadi Manusia Bodoh di depannya.
Whaddup J? Well...menyakitkan sekali ya? Aku telah kehilangan dia bahkan jauh sebelum aku "memilikinya"...Tapi aku sangat menyayanginya, sungguh (lagi2 ini bukan dramatisasi). Aku bahagia pernah menjadi manusia bodoh di hidupnya. Lagipula...aku tidak akan membencinya (dan memang tidak bisa membencinya) karena aku tahu itu yg dia inginkan. Seperti di sinetron2 itu..."strategi umum menghindari seseorang dengan memberi kesan buruk agar dia membencinya berdasar keyakinan bahwa melupakan seseorang lebih mudah dengan rasa benci"-ya kan? Yeah..Semoga saja dia akan mengenangku (dengan senyum pastinya).
"Ke mana pun kau pergi aku akan mencarimu...aku janji aku AKAN MENCARIMU!"
(Kalimatmu sore itu..saat aku berurai air mata menangkup sedihku...)
Jadi, (Kelak...) jika dia melihatku dan menyapa, "Hai..how are you?" Dia pasti tahu jawabannya...


Comments