« Karena Dia Bintang Terindah Dalam Hidupku | Main | Jatuh..!! »

December 16, 2005

Cyber Love

" 'Hope, like love, transcends all time..'"

Hujan menderas tepat ketika isi gelas di depanku habis. Hmm..sepertinya aku harus tinggal di kafe bambu ini lebih lama lagi.
Zey, yang masih asyik menikmati jus jeruknya, cuma tertawa melihat ekspresi kecewa di wajahku.
"Sudahlah, Lee...santai saja. Nggak keburu ke Warnet, kan?"
'Nggak, nggak usah ke Warnet. Besok aja aku print data itu di kantor."
"Yeah..baguslah. Jadi aku bisa nambah bakso lagi."
Aku cuma mengedikkan bahu, mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Di meja sebelah kulihat dua orang cewek sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
"Cyber Love...gila banget kamu tuh Ge!" cewek yg berambut cepak menepuk pundak temannya antusias.
"Elu percaya cinta model begitu? Sharing cm lewat chatting and email. Tampang boleh liat di webcam and foto....cinta macam apa itu?"
"Elu belum pernah ngalami sih...elu emang model cewek yang ga betah ma satu cowok. Jangankan mempertahankan Cyber Love, cinta elu di dunia nyata aja selalu berantakan karena orang ketiga!" Bantah temannya nggak mau kalah.

Wahh...sepertinya menarik, nih. Aku sebenarnya nggak mau nguping..tapi denger juga..ya...nggak papa deh..he..he...daripada kesel nungguin Zey makan.
"Elu ditelpon dia dah berapa kali?"
"Seminggu tiga kali. Elu kan ngerti, biaya telpon antar benua ga murah..."
"Seberapa jauh elu kenal dia? Kenal sifatnya? Seberapa dalam dia paham ma elu?"
"Pertanyaan yang aneh...elu ngerti kan everythin' needs a process..."
"Gue pacaran ma tiga cowok dalam dunia nyata yang tiap hari ketemu aja susahnya minta ampun tuk memahami mereka. Yaks..masa sih elu bs percaya ma rayuan cowok yg elu sama sekali blm pernah ketemu?"
Aku nyaris ketawa melihat ekspresi "pantang menyerah" di wajah kedua cewek SMA itu. Well...it's a good argument. What will the other girl answer to that?
"Jangan salahin cowok2 itu donk Sal, la elu sendiri jg mana bisa dipercaya klo sekali jalan tiga cowok? Lagian gue yakin semua cowok yg elu pilih waktu itu ga bener."

Nah lo!
"Oke deh..tapi gmn elu yakin klo cowok yg elu temui di dunia maya itu baik? Ga mainin elu?"
Sepi sejenak. Si cewek menyeruput jus alpukatnya, menatap lurus ke gelasnya.
"Elu percaya feeling ga?" Tanyanya lambat2.
"Klo feeling gue sendiri engga deh," Temannya ketawa kecil, "Ga tau klo feeling elu."
"I've known he'll be mine since the first time I saw his eyes."

Hah!!Mau ga mau natap Zey. Zey yang lagi asyik mengunyah baksonya keliatan kaget, natap aku juga.
"Apa say?"
"Ah, nggak. Aku mau baksonya satu," Sahutku cepat, mencoba menepis getaran halus yg tiba2 aja mendera ketika mata Zey yang teduh itu menyambar.
"Nih.." Pelan tangan Zey terulur menyuapkan bakso ke mulutku.
"Be careful honey...masih agak panas."
Aku mengangguk, melirik dua cewek di sebelah dengan ekor mataku. Si cewek yg lagi kena Cyber Love itu tampak memutar-mutar sendok di depannya dgn resah.
"Elu kan udah merasakan, di dunia nyata ini banyak cinta yg semu. Siapa tahu di dunia maya aku malah menemukan cinta yg sejati."
He..he..he..nyastra bangeth!
"Ya...up to you deh...elu yg jalanin. Asal elu betah aja jarak jauh gt."
"Yup."
"Kapan dia balik ke indo?"
"Sekitar 7 bulan lagi."
"Hmm...masih akan ada banyak hal yg terjadi selama 7 bulan ke depan," Temannya menggumam pelan.

Aku ketawa kecil. Persis..kalimat itu persis seperti kalimatku sepuluh bulan lalu!
"Apa sih, Honey? Ada yg lucu?" Zey menatapku heran. Rupanya dia udah menghabiskan baksonya. Hujan jg mulai reda. Tinggal titik2 gerimis yg meniupkan dingin ke kulit.
"Cuma inget sesuatu aja, jadi pengen ketawa."
"Pasti inget kisah kita," Zey mencubit hidungku sambil ketawa, melirik meja sebelah. Ooh..ternyata dia jg ndengerin pembicaraan mereka...he..he...
"Banyak hal unik yg terjadi di dunia ini," Kata Zey sambil bangkit, "Kita pulang yukk..ntar keburu deras lagi."
Saat aku berdiri, cewek di sebelah ketawa sambil menatap layar HPnya hepi.
"Nah kan..dia telpon lagi...weng..berat diongkos..tapi katanya demi cinta ngga papa," katanya ceria.
Aku gamit lengan Zey begitu dia kembali dr meja kasir. Saat aku rasakan tangannya memeluk pinggangku, rasa hangat menjalari setiap inci tubuhku. Menyusup ke relung hati. Hmm...mungkin karena suasana sore yg ngelangutkan ini..mungkin karena kata2 cewek itu..atau karena memang begitulah perasaanku dan Zey?

Zey..Zey...memang ajaib dunia ini. Ada banyak cerita yg tertoreh di atasnya. Kadang2 kisah itu begitu di luar dugaan.
Termasuk Cyber Love.
Tak banyak Cyber Love yg bertahan memang, tapi banyak pula kisah cinta di dunia nyata yg berujung luka. Jadi tak ada salahnya berharap kita salah satu dr yg beruntung, entah di dunia nyata atau di dunia maya..Who knows...?

Well...seperti aku dan Zey. He was my Cyber Love!!!

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .